Do’s and Don’ts saat Jalani Bisnis Kuliner Kekinian

Do’s and Don’ts saat Jalani Bisnis Kuliner Kekinian

39
0
BERBAGI

Masakin Group & co-Founder Menantea Bisma Adi Putra mengungkapkan, tren bisnis kuliner kekinian memiliki peluang cuan yang besar. Konsep model yang sederhana ini membuat pelaku usaha sekalipun pemula dapat dengan mudah menerapkannya.

Kenapa disebut sederhana? Karena tidak membutuhkan modal besar, tempat luas, atau karyawan yang banyak. Bisma mengatakan, pelaku usaha kuliner kekinian saat ini dapat memilih membuat brand sendiri atau menjadi mitra franchise. Kemajuan teknologi pun menuntut pelaku usaha untuk aktif promosi di media sosial.

“Untuk mengerti bisnis kekinian itu kita umurnya boleh tua tapi jiwanya harus jiwa muda. Kalau mikirnya hanya sekedar jualan dan modalnya (makanan yang dijual) enak itu udah nggak bisa sekarang. Sekarang itu harus udah mikirnya main di sosial media, platfom F&B dan tiap tahun pasti ada (tren) baru bermunculan,” kata Bisma dalam program d’Mentor, Rabu (6/10/2021).

Bisma yang juga sekaligus sebagai konsultan bisnis di bidang F&B juga menyebut, terjun ke dunia F&B ini perlu memperhatikan beberapa hal karena bisnis kuliner mengandalkan pada transaksi harian. Salah-salah langkah bisa untung sekaligus buntung cepat.

“Kenapa buntung cepat? Karena F&B itu sifatnya per hari, cash flow setiap hari terjadi. Begitu kita nggak kontrol (manajemen hingga kebutuhan operasional) sebulan sekali celah nya itu banyak sekali,” ujarnya.

Agar bisa menjadi gambaran pebisnis pemula atau pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui tren kekinian, Bisma membagikan beberapa tips yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melakoni bisnis kuliner kekinian:

Do :

– Manfaatkan momentum dan ketepatan waktu.
– Buat produk yang sedang kekinian (viral) dan ditambah inovasi bisa dari varian rasa atau kemasan yang menarik.
– Bom di media sosial, maksudnya lakukan promosi besar-besaran misalnya melalui iklan, promosi ‘Buy 1 Get 1’, diskon 30% hingga endorsement melalui influencer.

“Namanya ngikutin tren pasti ada barter, barternya budget. Harus berani tembak di depan, ya namanya bisnis, ada investasi,” ujar Bisma.

Don’ts:

– Jangan ragu-ragu, jangan setengah hati. Apabila setengah hati, konsumen bisa merasakan produk tersebut hanya tiruan dan hanya meramaikan pasar.
– Jangan selow. Jika ingin mengikuti arus tren dan kekinian, maka pelaku usaha dituntut untuk gerak cepat demi mengejar omzet. Setelah omzet tercapai barulah sistem bisnis.

Artikel asliĀ 

LEAVE A REPLY