Studi: Indra Penciuman Jutaan Pasien Covid-19 Tak Membaik

Studi: Indra Penciuman Jutaan Pasien Covid-19 Tak Membaik

33
0
BERBAGI

Studi terbaru memperkirakan indra penciuman jutaan orang yang terinfeksi Covid-19 tak membaik setelah berbulan-bulan. Peneliti menyebut indra penciuman sebagian orang bisa pulih dan sebagian lagi tidak.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery memperkirakan 700 ribu hingga 1,6 jura orang di Amerika Serikat mengalami perubahan indra penciuman selama lebih dari enam bulan. Menurut peneliti dari Washington University School of Medicine, jumlah ini bisa lebih rendah daripada yang sebenarnya.

Peneliti menilai kehilangan indra penciuman ini merupakan masalah yang serius. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi hanya 13,3 juta orang dewasa yang berusia 40 tahun ke atas yang mengalami olfactory dysfunction (OD) atau disfungsi penciuman dan disfungsi penciuman kronik (COD).

“Data ini menunjukkan kekhawatiran kesehatan masyarakat yang muncul tentang OD dan kebutuhan mendesak untuk penelitian yang berfokus pada pengobatan COD COVID-19,” kata studi tersebut.

Studi sebelumnya menunjukkan 72 persen pasien Covid-19 mengalami perbaikan kemampuan mencium setelah sebulan. Namun, sebagian lain mengalami proses yang lebih lama.

Kehilangan penciuman mungkin terdengar sepele dibandingkan gejala long Covid lainnya seperti kelelahan kronis dan masalah jantung atau paru. Padahal, kehilangan penciuman juga bisa membahayakan. Orang yang kehilangan penciuman lebih mungkin makan makanan yang basi dan mengalami depresi.

“Ini benar-benar terkait dengan nafsu makan dan hubungan sosial, seperti orang yang kehilangan indra penciumannya mungkin tidak dapat mendeteksi jika mereka memiliki bau badan, dan juga dapat memengaruhi pola makan,” kata ahli sensori John Hayes, dikutip dari CNN.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan Hayes terhadap pasien Covid-19, terdapat tiga jenis gangguan penciuman jangka panjang yang terjadi. Pertama, kemampuan indra penciuman yang berkurang. Kedua, indra penciuman yang mati. Ketiga, mencium hal-hal yang tidak ada seperti bahan kimia atau terbakar.

Hingga saat ini, para ahli tak mengetahui secara pasti mengapa Covid-19 dapat menyebabkan orang mengalami gejala kehilangan indra penciuman yang beragam. Penelitian terkait hal ini juga terus dilakukan.

Artikel asli

LEAVE A REPLY